Agen Casino Online javascript:void(0)javascript:void(0)

Get Adobe Flash player

javascript:void(0)javascript:void(0)

Get Adobe Flash player

Anfield Gank Optimistis Menang di Emirates



Liverpool - Liverpool punya rekor tak bagus saat menghadapi Arsenal di kandang lawan. Meski begitu 'Si Merah' tetap optimistis meraih tiga poin demi menaikkan mental para pemainnya pasca hasil buruk di Piala FA.

Statistik menyebut bahwa Liverpool cuma bisa memungut delapan poin dari 12 laga tandang terakhir ke klub asal London Utara itu. Jelas ini bukan statistik yang bagus apalagi dari 11 pertemuan terakhir di Premier League, Liverpool juga cuma menang satu kali.

Dengan kondisi mental anak asuh Brendan Rodgers yang sedang turun pasca disingkirkan Oldham Athletic di babak keempat Piala FA lalu, boleh jadi kunjungan ke Emirates Stadium, Kamis (31/1/2013) dnihari WIB akan berjalan berat untuk The Reds.

Di pertemuan pertama di Anfield lalu saja Liverpool menyerah dua gol tanpa balas. Meski musim lalu berhasil menang dengan skor serupa di Emirates, tapi Liverpool diprediksi akans sulit mengalahkan Arsenal yang sedang menanjak.

Tapi Rodgers tak mau Steven Gerrard dkk pesimistis lebih dulu karena dia yakin jika Liverpool bisa tampil dalam performa top-nya, Arsenal pun bisa ditundukkan. Karena The Gunners di kandang pun tak tangguh-tangguh amat di mana mereka sudah kalah dua kali, dari Chelsea serta Swansea.

"Ini adalah laga yang sangat penting. Saya tidak bilang bahwa laga ini wajib dimenangi, tapi laga ini adalah di mana kami bisa melupakan hasil kemarin, tim yang biasanya habis mendapat kekecewaan punya kepercayaan diri tinggi," ujar Rodgers di situs resmi tim.

"Kami tahu bahwa ini laga yang sulit bagi kami, tapi ini adalah laga di mana kami sangat menantikannya dan mencoba untuk menang - ini adalah laga di mana kami mampu untuk menang," sambungnya.

"Di hari itu, kami bisa ke sana dan menang -- tidak ada keraguan akan itu. Kami sudah melawan Arsenal di awal musim ini dan karena kami tidak dalam performa terbaik kami pantas kalah."

"Tapi saya yakin kami sudah lebih baik, dalam hal mental serta taktik dalam sisi permainan kami. Jadi kami juga adalah lawan tangguh untuk mereka," demikian Rodgers.
Read More..

Andai Milan Tak Memulai Musim dengan Buruk



Milan - AC Milan kini perlahan sudah mampu tampil baik dan merangkak naik ke papan atas klasemen. Rossoneri pun patut menyesali start buruk mereka di awal musim ini.

Kemenangan 1-0 atas Atalanta membuat Milan kini berada di posisi kelima klasemen dengan 37 poin, selisih enam angka dari Lazio yang ada di posisi ketiga alias penghuni akhir Zona Liga Champions.

Sejak mengalahkan Juventus 25 November lalu, Milan cuma sekali kalah yakni 2-4 dari AS Roma. Sisanya tim asuhan Massimiliano Allegri itu meraih enam kemenangan serta satu hasil seri.

Di tahun 2013 ini pun Milan belum pernah kalah. Jelas performa ini bikin senang Milan melihat start buruk yang dijalani awal musim ini.

Milan sempat terjerembab di papan bawah dan nyaris masuk zona degradasi yang membuat posisi Allegri sebagai pelatih digoyang. Ini terkait dengan perginya beberapa pemain bintang di musim panas lalu yang membuat posisi tim goyah.

Jika boleh berandai, Milan pun berharap musim baru dimulai saat ini dan mereka bisa menata kembali lagi penampilan tim untuk bisa lolos ke Liga Champions di akhir musim.

"Kami sedang tampil baik. Kami tim terbaik dalam 14 laga terakhir," ujar wakil presiden Milan, Adriano Galliani, di Fox Sports.

"Di satu sisi, senang rasanya bisa melihat kami tampil lebih baik. Namun di sisi lainnya, ada sedikit kekecewaan mengenai bagaimana kami memulai musim ini," sambungnya.

"Jika kami bisa mengulang lagi musim dari sekarang, kami jelas bisa mendapat tiket Liga Champions tapi saat ini kami masih berjarak enam poin dari kompetisi Eropa. Jelas itu masih jadi tujuan kami. Kami punya tim yang bagus dan rataan poin kami per musim adalah 80."

"Tapi kami masih tertinggal dari tim lain dan masalahnya adalah bahwa Anda tidak bisa menghindari kekalahan," demikian Galliani.
Read More..

Ngentot Memek Siswi PKL


Cerita Mesum Abg | Ngentot Memek Siswi PKL

Ketika aku masi di smk, kurikulum mengharuskan aku magang selama 2 minggu hari kerja artinya selama 3 minggu kalender, daftar perusahaan yang mau menerima magang siswa smk dikasi, segera aku pilih yang relatif dekat dengan kos ku, kudu cepetan karna kalo dah keduluan temenku ya tertutuplah kesempatan magang di perusahaan yang dah aku pilih. 

Berbekal surat pengantar dari smk segera aku mengunjungi perusahaan tersebut. Kepada satpam yang bertugas di pintu masuk aku harus menerangkan panjang lebar maksud kedatanganku, resek banget deh tu satpam, kaya bos ja dia mengiterogasi aku, padahal aku kan gak da maksud mencuri atawa berbuat onar. Aku sampe bilang, "Ni kan ada surat resmi dari smk pak, saya harus magang diperusahaan ini dan perusahaan dah bersedia menerima siswa magang, ni daftar resmi perusahaan yang dikeluarkan dari sekolah". Baru tu satpam resek membolehkan aku masuk. Aku diantar ke resepsionis, yang satpam lagi. Kayanya kalo perusahaan manufaktur, semua garis depan dijaga satpam. Baiknya satpam yang resepsionis gak nanya macem2, cuma baca surat pengantar sekolah trus menghubungi pejabat terkait. Aku disuru nunggu karena pejabat terkait masi miting. 

Selama nunggu aku dikasi aqua gelas, lumayan deh untuk mengobati hausku karena dah berpanas2 jalan kaki diterik matahari menunju ke perusahaan itu dari kos ku. Karena deket ya aku jalan aja, lumayan kan menghemat waktu dan ongkos angkot. Ampe ngantuk aku nunggunya, satpam resepsionis menghampiriku dan menyodorkan formulir untuk aku isi. Segera aku isi formulir itu, nanya tentang nama, tempat tanggal lahir, sekolah, ortu, banyak bener deh yang kudu diisi, karena prosedur ya terpaksa diikuti aja. Selesai isi form, form kuserahkan lagi ke satpam dan aku disuru nunggu lagi, "Masi aus dek?" tanya satpam sambil nyodorin aqua gelas satu lagi. Sambil mengucap maacih, kutrima tu minuman dan segera kutenggak abis. 

Aku nunggu lagi, lama juga, eh karna dah minum 2 gelas jadi pengen buang aer imut. Nanyalah aku ke satpam dimana toiletnya, diunjukin ma satpam, buru2 aku ketempatnya untuk menunaikan tuntutan badan. Ketika aku kembali ke ruang tunggu tu satpam bilang, "Kamu dah ditunggu ma pak..." (dia menyebutkan nama, gak usah disebut dimari deh ya). "Pak ... jabatannya apa pak", tanyaku. "Dia kepala perso". "Perso tu paan pak". "Personalia". "Ooh", jawabku, ngomong singkat2 gitu apa maksudnya ya batinku.

Si bapak ternyata ramah banget, ganteng lagi orangnya, seneng aku ngeliatnya. Dia baca surat sekolah dan formulir yang dah aku isi, dan mulailah dia ngajak aku ngobrol, dia nanya macem2 berdasarkan yang dah aku isi di formulir itu, sampai akhirnya dia tanya, "Kamu cuma 2 minggu ya magangnya". "iya pak, sekolah mengharuskannya 2 minggu aja". "Kurang tu kalo mo tau dikit tentang perso". "Bole nanya gak pak". "Ya bole lah, buat cewek semanis kamu apa si yang enggak". Eh demen gombal juga ni bapak, aku cuma senyum ja menanggapi penggombalannya. "Kok bapak nyebut perso, tadi satpam juga bilang gitu". "Biar singkat aja ngomongnya, tu efisien namanya". Aku manggut2 aja, padahal gak ngarti efisien tu apa. "2minggu kurang Nez, magang perso kudu 3minggu, seminggu tentang admin training, seminggu admin rekrutmen dan seminggu admin perso". "Admin tu paan pak". "Wah aku seneng ni, kamu banyak tanya, artinya mo blajar banyak. Administrasi, biar efisien nyebutnya admin aja. Bisa gak 3minggu". "Wah kudu nanya ke sekolah pak, Inez gak bisa jawab pertanyaan bapak". "Ya udah aku call dulu deh kepsek kamu". Dia minta operator nyambung ke nomer telpon sekolah, setelah nyambung dia bicara dengan kepsek tentang waktu magang. "O gitu ya pak, kalo gitu klop lah dengan rencana saya, makasi pak, jelas sekarang", katanya sambil menutup pembicaraan dengan kepsek. "2minggu disurat kepsek itu maksudnya 2minggu hari kerja". "Maksudnya apa tu pak?"tanyaku lagi. "iya, 2minggu kan 14 ari, jadi 14 hari kerja, itu artinya 3minggu kurang seari, dan kata kepsek bisa digenapkan 3 minggu penuh". "Gak ngerti pak". "Gini lo anak manis, hari kerja dimari kan 5 hari seminggu, jadi kalo 3 minggu magang butuh waktu 15 ari. makanya 2minggu magangnya kamu dimari menurut surat kepsek tu artinya 14 ari kerja, sabtu minggu gak diitung kerna libur, kan sama dengan 3 minggu kurang seari. Kep sek setuju kamu magangnya ditambah seari lagi biar lengkap 3 minggu. Mulai ni ari ya". "Iya pak".

Mulailah dia menerangkan semua seluk beluk mengenai departemen perso yang dipimpinnya, aku dikenalkan ma semua staf perso, Staf yang ada di kantor disuru masuk ke ruang miting semua, aku disuru mengenalkan diriku kepada semuanya, dan mreka mulai nanya2 tentang aku, pada nggangguin aku malu sehingga sering aku tersipu. Acara 
perkenalan selesai, "Bagus, gitu caranya kenalan ma orang, aku suka cara kamu ngejawab pertanyaan yang konyol sekalipun. supaya lebih baik lagi seharusnya begini ni", dia ngajarin aku gimana komunikasi ma orang laen. Wah asik juga magang kaya gini, seblonnya aku kira kerjaan yang ngebosenin karena kaya disuru jadi ob aja, itu kata kakak kelas yang dah pernah magang. Ternyata aku gak salah mili perusahaan ini, karena bener2 aku dikasi pengalaman baru yang berguna. 

Demikianlah aku mulai magangnya di departemen training dibawah supervisi si bapak dan supervisor training. Mbak supervisornya juga ramah dan helpful banget. Setiap sore aku kudu lapor ke bapak tentang apa aja yang aku pelajari hari itu, apa kendalanya dan mana2 yang blon ngerti, si bapak nerangin semua yang aku blon ngerti dan menjawab pertanyaanku. "Wah Nez kamu beda banget deh ma yang perna magang dimari dari smk kamu, kamu banyak nanya, banyak nyatet, kalo yang dulu2 mah ngantukan semua". "Iyalah pak, Inez mo dapet sesuatu disini, masak mo buang waktu percuma". "Bagus, bole tu kalo kamu dah lulus kerja dimari". "Bener pak". "Ya kalo da kebutuhan". "Kebutuhan apa pak". "Ya butuh nambah orang". Aku manggut2 aja. Demikianlah waktu cepet berlalu karena aku seneng banget ngejalaninya. 

Minggu kedua di rekrutmen, kerja rodi banget deh karena kerjaannya cuma nyortir surat lamaran yang masuk, karungan lagi, bosen banget deh, yang gak kepake langsung masuk mesin shreder kertas. aku cuma dipesenin paperclip ma stepleran kudu dilepas biar gigi mesin shredernya gak rusak, dapet sekantong tu paperclip, gak bole dibuang, bisa dipake lagi, jadi gak usah beli, biar efisien kata supervisor rekrutmen, cewek juga. O ini toh artinya efisien, gak tau hemat gak tau pelit ya. Karena gak banyak pertanyaan tentang bagian ini, maka si bapak bilang kalo gak da pertanyaan gak usah ketemu dia, aku bole langsung pulang ja kalo dah waktunya.

Minggu ke 3 laen lagi nuansanya, bagian perso kaya bagian kranjang sampah, semua bengek masuk kesitu, teteknya mah dinikmati bagian laen. Aku blajar banyak banget, aku bilang ke si bapak, kudunya di rekrutmen 2 ari aja, biar lebi banyak lagi blajar dimari. Aku diajari gimana ngomong ma bagian laen yang marah2, gimana supaya bisa nyelesain konflik, kalo corn flake tinggal dicampur susu anget, beres. Aku semangat banget magang di perso, supervisornya cowok, dia seneng banget ngajarin aku. aku juga banyak bertanya ma si bapak selepas jam kerja, sehingga aku pulangnya selalu malem. si bapak telaten sekali ngasi bimbingan ke aku. Pulangnya aku diajak makan. aku dah brani ngejawab gombalannya. 

"Nez, kamu dah imut, sexy, mulus, kulit kamu putih lagi". "Mangnya napa kalo putih pak, lagian inez kan kurus masak sexy si, tocil kan pak". "Kalo diluar gini jangan panggil pak dong", "Bis manggil apa dong, om aja deh ya". "Boleh, justru karena kamu imut jadi badan kamu proporsional, makanya aku bilang kamu sexy, Lucu lagi kalo imut tapi toge, gak imbang jadinya". "Mang om suka ma yang imut ya". "Iya, bisa digendong kemana2". "Kok gendongan?" "Blon perna ya digendong cowok kamu, asik lagi. Kamu da cowoknya kan". "Ada cuma jarang ketemu". "Trus kalo ketemu ngapain". "Ada deh, om mo tau aja". "Lo kan kamu mau tau semua urusan kerjaan aku kasi tau, ni aku nanya atu aja kok kamu gak mo ngasi tau si". "Ya gitulah om, anak muda kalo dah lama gak ktemu ngapain?" "Ngangon burung ke sangkarnya ya Nez, asik dong". "Jarang kok om ktemunya, dia da dilaen kota, jadi kalo ada waktu baru bisa ngapelin Inez". "Mangnya kerja ya". "iya". "Jablay dong kamu ya, mau gak aku yg blay". "Ih si om genit". "Tapi suka kan". "Ge er, sapa lagi yang suka". "aku suka banget ma kamu, sejak pertama ktemu kamu". "Masak si, kan om dah kluarga". "Sapa bilang, aku dah pisah lagi". "anak?" "da 2 orang, ikut ibunya, jadilah aku jomblo, baeknya da kamu yang nemenin". "Om kesepian ya". "Iya Yang, kamu mo gak nemeni aku". Wah meningkat ni kedudukan aku, dipanggil Yang. Aku senyum2 ja, "mangnya om gak malu jalan ma abg kaya Inez". "Napa mesti malu, kamu kan cantik, mau ya jadi cewek aku". Buset dah ni om, galau banget dia. "Job desc cewek om apa". "Wah hebat, blajar ampir 3 minggu dah 
bisa nyebut job desc, ya menghibur aku lah, mau ya Yang". Tanpa sadar aku ngangguk, soalnya aku juga seneng banget liat si bapak. Supervisor perso juga ganteng tapi kan dia masi muda, seleraku om2 kali ya. Abis makan dia nganterin aku ke kosanku, "Om, kalo jalan ma om Inez ganti baju dulu aja ya, tadi makan ja diliatin orang2". "Kamu bawa baju ganti ja, seblon pulang kantor kamu ganti baju dulu". "Ntar ditanyain orang kantor om". "Bilang ja mo ke tempat temen, ada kerjaan skolah". Pulangnya seblon aku turun dari mobil, dia mencium pipiku, aku sampe tersipu, "mimpiin aku ya Yang". 

Besoknya dikantor dia biasa aja kaya gak da papa ma aku semalem, aku juga manggil dia bapak lagi. Sampelah hari terakhir magangku. Dia bikin semacam upacara pelepasan dengan para supervisor dan staf yang ada di kantor, aku dikerjain abis2an, disuru crita kesan2 selama magang, ditanyain semua hal dan aku kudu jawab, kaya siapa yang paling nyebelin. Gak bisa kan aku nunjuk orang, jadi pandai2lah aku ngejawabnya. Supervisor perso bilang, "Wah Inez 
pinter banget deh, diajarin skali langsung bisa praktek". Yang laen ngejodoin aku ma supervisor perso yang ternyata masi jomblo. Aku ngeliat ke si bapak, dia tenang2 aja mendengar gurauan stafnya, malah ada yang nyuru supervisor perso berdiri disebelahku dan di foto2in pake hape, disuru meluk pundakku, pinggangku, eh dianya nurut aja, aku si 
cuman cengar cengir ja, aku gak enak ma si bapak, cuma si bapak tenang banget, gak da prubahan papa di wajahnya, senyum2 ja. 

Setelah semua acara pamitan slesai, aku nunggu si bapak di halte deket kantor, setiap sore memang aku nunggu dia disitu, dia kan dah sminggu ni ngajak aku makan malem trus, lumayanlah ada yang mbayarin. "Om, gak papa kan tadi candaan temen2". "Gak papa kok, kamu suka gak ma dia". "Bukan selera Inez om". "Lo, bisnya selera kamu yang kaya apa". "Yang kaya om, cowok Inez juga tipe om2 kok". "O gitu, bagus dah, jadi aku gak da saingan di kantor". "Kita jalan ke ancol yuk". "Ngapain om". "Kamu perna ke pasar seni gak". "Gak tu om, mangnya mo liat paan disitu". "Ya liat2 seni lah, asik juga liatnya, mau Yang". aku dah ganti baju, aku pake jin ma tengtop ja, biasanya aku pake blus en rok kalo makan malem. "Kamu sexy banget deh, kok gak pake baju kaya biasanya". "Kan hari trakhir, jadi pakeannya dibedain". "Kok terakhir, katanya mo jadi cewek aku". "Ya tapi kan ketemunya gak bisa tiap ari om, Inez kan kudu 
sekolah, ada tugas yang kudu Inez selesaiin". "Ya gak papa, jumat malem ja kita ketemuannya ya". "Kalo gak da kerjaan buat weekend ya om, kadang tu ada tugas kelompok, ya ngerjainnya kalo weekend". Dia ngangguk ja. "Mau ya ke pasar seni". 

Aku cuma ngangguk ja. Di pasar seni aku digandengnya kemana2, kadang pundakku dipeluk, kadang pinggangku dipeluk sambil ditarik merapat ke badannya. Aku cuma bermanja2 ma dia. Kayanya dia ngebales keselnya dia tadi waktu si supervisor meluk2 aku waktu di foto2in. Kita nyari makan, ngobrol berlama2, gak kerasa dah ampir tengah malem. "Nez cape ya, cari tempat istrahat yuk". Wah naga2nya mo ngajak cek in ni, aku blaga pilon ja". "Ya pulang aja om". "aku cape banget deh, gak sanggup nyetir lagi, kamu bisa nyetir gak". "Gak bisa om". "Ya udah ke hotel ja yuk, kan dimari ada hotel juga". "Kan mahal om". "buat kamu apa si yang enggak". 

Dia membeli beberapa botol soft drink, menggandeng tanganku ke parkiran mobil, dibukanya pintu mobil dan aku duduk, gak lama kemudian mobilpun meluncur ke motel yang ada disitu. Kayanya jam2an deh, gak tau deh dah ampir tengah malem gini gimana itungannya, katanya si dapet lebi dari 6 jam. Mobilnya masuk garasi, dia turun dari mobil, 
akupun ikut dan kita masuk ke kamar. Aku langsung berbaring ja di ranjang masi dengan pakean lengkap, isinya cuma ranjang besar, kaca rias, tv, seperangkat sofa dan banyak kaca di dindingnya. kamar mandinya cuma da shower, toilet dan wastafel, ada anduk dan toileteris yang di bungkus plastik. Gak lama lagi terdengar ketukan pintu, si bapak membuka pintunya dikit dan membayar biaya kamar.

Sambil berbaring dengan pakaian masih lengkap, kami bincang- bicang. Dia yang move duluan, tangan kanannya memeluk tubuhku, dah kepalang tanggung berdua dengan dia diranjang, aku tidak segan-segan lagi membalas pelukannya, sehingga kami saling berpelukan dalam keadaan berbaring menyamping. "Dah sejak awal ketemu aku pengen meluk kamu di ranjang gini deh Nez, kesampean juga", dia sedikit berbisik ketika wajah kami sudah saling menyentuh sehingga napas kami sudah saling beradu. 

Kemudian bibirnya langsung merambah bibirku, sambil dia memasukkan lidahnya dalam mulutku, sehingga kami saling mengisap, saling bergumul dan memainkan lidah dalam mulut kami masing-masing. Permainan mulut dan lidah kami berlangsung semakin rapat dan cukup lama, sampai kami merasa terengah-engah akibat kecapean mengisap. Sambil bermain lidah, dia mencoba memasukkan tangan kanannya ke dalam tengtopku hingga masuk ke dalam braku. Aku tidak tahan lama dipermainkan toketku, apalagi dia meremas-remas kedua toketku dengan lembut dan sesekali memlintir2 putingku yang mulai mengeras dan menonjol itu. Aku tidak mampu lagi menyembunyikan kenikmatan yang kurasakan dan terasa aku mulai terangsang, aku mulai mengerang-erang kecil. "Nggak mau mandi dulu om?" tanyaku. "Nantilah, kan blon kringeten, lagian ada ac", jawabnya sambil tetap memainkan lidahnya dalam mulutku dan 
meremas-remas toketku yang imut. 

Namun karena ia nampaknya sudah sangat terangsang, ia tiba-tiba melepaskan pelukannya dan mengeluarkan lidahnya dari dalam mulutku lalu duduk sambil satu demi satu ia buka kancing bajunya hingga terlepas dari badannya. Aku hanya mampu menatap kekarnya dadanya, masi perkasa banget keliatannya. Warna kulit kami sangat kontras karena kulitku putih sementara kulitnya agak hitam. 

Setelah ia melepaskan baju kain yang dikenakannya, ia lalu kembali berbaring, "Tengtop kamu dilepas ya". Aku cuma mengangguk, dia bangun lagi dan melepaskan tengtopku. aku mengangkat kedua tangan keatas untuk mempermudah lepasnya tengtop dari tubuhku. 

Kami kembali berpelukan dan bergumul di atas kasur yang empuk. Kali ini aku menindihnya masih mengenakan bra warna putih, sementara dia bertelanjang dada. Namun hal itu tidak sampai bertahan lama, sebab dia tidak tahan lagi mau segera melihat isi dalam braku. braku pun segera menyusul, dia menyelipkan kedua tangannya ke punggungku, aku mengangkat badanku sedikit untuk mempermudah dia melepas kaitan braku. lalu dia meremas-remas toketku dengan penuh napsu. "Kecil kan om". "Gak lah, segini justru pas ditanganku". segera dijilatinya dan diisap-isapnya pentilku yang imut yang dah mengeras.dia mengemut pentilku keluar masuk mulutnya sehingga kedengaran bunyinya akibat air liurnya yang membasahi pentilku. 

Mulutnya turun menciumi perutku membuat aku menggeliat kegelian, "Geli om, udahan dong". dia segera melepas kancing jinsku dan menariknya kebawah. aku mengangkat pinggulku untuk membantunya sehingga lepaslah jins ku dari kakiku menyisakan cd miniku aja. Dia menggosok selangkangaku yang masi tertutup cd sehingga menjadi sedikit basah, "Dah mulai napsu ya Nez". "He eh", aku hanya mengguman saja, menikmati elusannya di selangkanganku. Tak lama kemudian, cdku pun dilepasnya. Kembali aku mengangkat sedikit pinggulku untuk mempermudah dia melepas cdku, dan telbul lah aku didepannya. Matanya berbinar2 menelusuri tubuh telanjangku dari ujung rambut sampe ujung kaki, "ck ck ck", decaknya. di antara selangkanganku terdapat seonggok daging yang cukup empuk dengan tonjolan daging mungil antara kedua belahannya, nampak warnanya agak kemerahan dan kulit disekelilingnya juga berwarna putih dengan bulu2 halus yang menerawang sedikit. 

Kini aku dalam keadaan bugil penuh sambil baring dengan merenggangkan kedua pahaku yang menjepit daging empuk itu. Tanpa berlama-lama, segera dia segera menjulurkan lidahnya menelusuri daging empuk yang terbelah dua itu. tidak terlalu sulit baginya untuk memasukkan lidah ke lubang tengahku itu. Semakin lama semakin dipercepat kocokan lidahnya kedalam mekiku sehingga mengeluarkan bunyi seperti kucing yang menjilat air. Aku menjadi semakin histeris dan menggerak-gerakkan pinggulku serta aku mengangkat tinggi-tinggi kedua kakiku hingga ujungnya bersentuhan dengan bahunya sambil tetap merenggangkannya. Dia semakin leluasa memasukkan lidahnya lebih dalam dan memutar-mutarnya sehingga terasa mekiku semakin mengeluarkan cairan yang membasahi seluruh dinding lubang mekiku. 

"Aduh.. om.. enak sekali om.. terus om.. aahh.. uhh.. mm.." hanya suara itulah yang berulang-ulang keluar dari mulutku ketika dia menggerak-gerakkan ujung lidahnya pada lubang mekiku. "Kamu merasa enak sayang? Bagaimana sekarang? Aku masukkan saja?" tanyanya sambil terus mempermainkan lidahnya dalam lubangku. "Auh.. hee, ohh.. ehh.. mm.." Suaraku itu semakin menaikkan rangsangannya sehingga akhirnya dia secara berturut-turut membuka celana dan cdnya sekaligus sampai tubuhnya sudah telanjang bulat. 

Aku mengambil alih permainan, aku mau merangsang dia juga agar kenikmatan yang kami ingin raih bersama bisa maksimal. Aku mengambil posisi disisi kanannya dan mulai menghisap pentilnya serta gigitan kecil disekitarnya sambil tanganku mulai ikut mengocok kontinya. "Ihh.. ahh.. uhh..", hanya itu yang dapat keluar dari mulutnya. "Ouh.. sst.. aduh nikmat Nez..", sambil merasakan terus sensasi kenikmatan yang melanda tubuhnya. Aku mulai sejengkal demi sejengkal menjilati setiap bagian tubuhnya, tidak ada yang terlewatkan. "Ahh.. Yang.. ohh.. sstt..", serunya sambil 
tubuhnya mulai menggeliat seperti cacing menahan rasa geli bercampur nikmat karena permainan lidahku pada tubuhnya. "Kamu blajar yang beginian dari cowok kamu ya Yang". "He-eh", gumamku. "Ohh.. hoo.. huss", erngnya kembali sambil mulai mengangkat-angkat pantatnya ketika mulut dan lidahku sudah sampai di sekitar bagian paling sensitif tubuhnya. 

"Ayo.. Yang.. sedot dong, hoo..", dia menyuruhku menyedot kontinya yang berdiri tegak seperti tiang bendera disertai mengalirnya air bening kenikmatan yang keluar dari lubang kontinya. Tetapi aku tidak menghiraukan permohonannya, aku justru asyik memainkan di sekitar selangkangannya dan sesekali singgah di biji pelernya yang mulai memerah. 
Napasnya mulai tidak beraturan, namun aku belum juga menyentuh batang kontinya yang semakin deras mengeluarkan air bening seperti sedang menangis minta dijamah. Sampai-sampai bulu-bulu di sekitar pangkal kontinya sudah terasa basah semua. "Ahh.. .. sekarang sedot kuat-kuat Yang..", pintanya lagi. Kini batang kontinya mulai kujilat perlahan-lahan oleh seperti sedang menjilat lelehan es lilin yang airnya mengalir turun di batangnya. Ketika ujung lidahku menyentuh lubang kontinya aku mulai memutar-mutar lidahku itu disitu. "Oh..nikmatnya, hoo.. sekarang sedot Yang", kembali dia memohon agar aku menghisap kontinya, jangan hanya dijilatin saja. " ohh.. masukkan semua di dalam mulutmu, ohh..", serunya ketika aku sudah memasukkan kontinya di dalam mulutku. 

Dia mengerang gak keruan ketika merasakan kontinya sudah kuat kusedot2. Apalagi gerakan itu kulakukan tanpa 
bantuan tanganku, semuanya kulakukan hanya dengan mulut dan lidahku aja. "Sst.. ohh.. Yang sedot terus", serunya mulai tidak karuan dengan napas yang mulai memburu. "Ahh.. terus Yang..", serunya lagi terus menyuruhku mengocok kontinya dengan mulutku. "sedikit lagi Yang, aku sudah mulai rasa ya.. ohh..", serunya sambil pantatnya ikut bergoyang kiri kanan mengimbangi mulutku yang maju mundur di batang kontinya. "Om.. keluarkan di dalam mulut Inez ja, Inez ingin sekali minum semua mani om", kataku sambil memasukkan kembali kontinya ke dalam mulutku dan mengocok, menyedot dan mempermainkan lidahku di kontinya secara bergantian. 

"terus.. ayo.. sedot Yang..", serunya seiring dengan semprotan air maninya sebanyak empat kali di dalam mulutku. Kutelan semua maninya, gak menyisakan sedikitpun ketika kontinya masih didalem mulutku. Bahkan ketika air maninya sudah keluar semua dan tidak ada yang tertinggal di batang kontinya, aku justru menyedot kuat di lubang kontinya untuk meyakinkan bahwa air maninya telah keluar semua dan telah tertelan olehku. "Ah.. oh.. ahh., ruar binasa Yang. Hebat kali sedotanmu, cowok kamu bener2 coach yang baek ampe anak didiknya lihai banget dalam urusan sedot menyedot, kaya pompa aer sanyo ja". .", guyonnya lemas merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dia rasakan. 

Sementara itu aku sudah mengeluarkan kontinya dari mulutku. aku tersenyum melihatnya terkapar puas sambil 
mengelus-elus kontinya yang perlahan-lahan mulai lemas. "kamu sudah sering ngelakuinnya ya Yang ma cowok kamu", tanyanya. "Soalnya kamu tadi sepertinya sudah pengalaman banget", sambungnya. "Iya om diajarin cowok Inez ja gimana ngemut yang nikmat. Sudah sebulan Inez tak melakukannya makanya tadi Inez sangat agresif". "Kenapa?" "Ia lagi tugas keluar pulau om, mungkin enam bulan baru balik". "Wah.., kamu bisa tahan ndak". "Kan ada om..", jawabku genit. 

Setelah merasa cukup istirahatnya, dia mulai lagi meraba2 toketku. "Sekarang giliranku lagi ya Yang". aku senang ja selama permainan ini dia slalu manggil aku Yang, serasa bener2 dia tu cowokku, atau minimal pengganti cowokku yang dah pergi tugas. "Om, sedot toket Inez lagi ya, kaya tadi", kataku sambil berbaring mengambil posisi terlentang di tempat tidur, namun kedua kakiku masih tergantung di pinggir tempat tidur hampir menyentuh lantai. langsung tangannya mulai bergerilya di toketku sambil mulut kami saling menutupi dan lidah kami saling tarik. "Mmh.. mmhh..", suara kami berdua saling berbalas sambil menikmati permainan lidah kami dan tangannya yang sudah semakin liar di toketku. 

Setelah kurang lebih sepuluh menit kami lakukan gaya itu akhirnya mulutnya menggantikan posisi tangannya untuk bergerilya ditoketku sementara tangannya sudah turun bermain di mekiku yang telah becek oleh lendir. "Oh.. ya.. sedot om, ahh..", giliran aku melenguh karena mulai meningkat gairah birahiku akibat sentuhan kenikmatan yang aku dapat dari permainan mulut dan jari tangannya. "Sst.. agh.., masukkan jari om di lubang Inez dong" , sambungku lagi ketika dia mulai memainkan jari tangannya di dalam lubang mekiku. "om.. goyang di dalam agh..", desisku menikmati permainan jari-jarinya di liang mekiku yang sudah sangat becek. "cepat om, ya.. sedikit lagi", seruku sambil mengangkat kedua kakiku dan membuka kedua sisi pahaku sehingga mekiku terbuka lebar. Pantatku pun kini semakin bergoyang ke kiri-kanan yang kadang kuangkat-angkat sedikit. 

Aku tidak ingin mencapai klimaksnya sendiri. "Om, gaya 69 dong, biar om enak juga". segera dia memosisikan dirinya dengan gaya 69 sehingga posisi wajahku tepat berada di depan kontinya yang berdiri tegak seperti tiang bendera, lalu kupegang batang kontinya yang sudah ereksi berat dan kumasukkan lagi ke dalam mulutku. "Ssrr.. cup.. cup..", suara 
yang keluar dari mulutku ketika menyedot kepala kontinya dengan kuat sekali sehingga ketika aku menariknya keluar terdengar bunyi tersebut. "Ahh.. aggh.. wow..", serunya kegelian akibat permainan mulutku terhadap kontinya. "Aduhh.. agh.. nikmatnya.., aku mulai rasa nih", katanya memberitahu aku bahwa dia sudah mendekati klimaks. 

Segera aku menyetop emutanku dan mengeluarkan kontinya dari mulutku secara perlahan agar dia dapat menahan orgasmenya sesaat. "Inez diatas ya om", kataku sambil menyuruhnya berbaring gantian dipinggir tempat tidur dengan kakinya tetap tergantung ke lantai. Akupun berdiri dan mengambil posisi membelakanginya lalu dengan perlahan seperti orang yang akan duduk, aku meraih kontinya dan menuntunnya masuk ke dalam lubang mekiku. "Agh.. ohh..", desisku ketika memasukkan kepala kontinya kedalam mekiku, kemudian kucabut lalu kumasukkan kembali. Gerakan itu kulakukan sebanyak dua kali. "Ya.. uhh.. auh..", desahku lagi sambil mulai mengeluar-masukkan kontinya dalam mekiku. Aku berusaha untuk mencoba memasukkan sebagian demi sebagian kontinya hingga seluruh batang kontinya masuk semua hingga ke pangkalnya, kedua buah sisi pantatku telah rapat di kedua pahanya. "Ouhh.. sstt.. .", desahnya ketika aku mulai bergoyang diatas kedua pahanya bak orang lagi menunggang kuda. Goyangan pinggulku sebentar-sebentar lambat dan sebentar-sebentar aku percepat putarannya dan naik turunnya pinggulku. 

Setelah kira-kira sepuluh menit dalam posisi begitu akhirnya aku mulai merasakan mekiku menegang dan menghimpit kontinya dengan erat. goyanganku semakin cepat dan tidak beraturan. "Oma.. konti om nikmat sekali", desahku dengan napas yang mulai tidak beraturan dengan goyangan naik turunnya tubuhku yang semakin cepat sehingga 
menimbulkan suara seperti orang yang bertepuk tangan akibat pertemuan kedua pahanya dan dua buah pantatku. 

Akhirnya, "Ouh.. om.. Inez keluar om.. ahh..", desahku dengan nada yang sedikit panjang. Ketika itu juga tubuhku berhenti bergerak dan menekan turun tubuhku sehingga seluruh kontinya amblas masuk kedalam mekiku. "Oh.. nikmat sekali om..", desahku. Lendir mekiku berhamburan keluar membasahi seluruh pangkal kontinya dan bulu jembutnya, sampai-sampai lubang anusnya ikut basah. 

Menyaksikan erangan dan mimik kenikmatan serta jepitan otot mekiku akibat mencapai orgasme, kepala kontinya terasa ikut membesar. pinggulnya membuat gerakan memutar-mutar kecil. Sambil mendesis pelan, "Oh.. enak ya Yang" "Hmm, auh..", jawabku. spontan dia langsung mengambil alih kendali dengan menyodok naik lubang mekiku sehingga tubuhku agak terlempar naik sedikit. "Aku ndak tahan nih ohh.." serunya sambil terus menyodok-nyodok lubang mekiku yang masih basah oleh lendir kenikmatanku. 

Dia lalu duduk di pinggir tempat tidur dengan aku tetap di pangkuanku serta kontinya yang masih tetap bertahan di lubang mekiku dan membelakanginya. "Ohh.. ahh..", desahku yang mulai kembali terangsang akibat kedua toketku diremasnya dari belakang sambil menciumi tengkukku. Aku juga mulai membuat gerakan-gerakan kecil dengan mengoyang pantat sehingga ujung kepala kontinya terasa menyentuh g-spotku. "Agh.. agh.. agh..", desahku keenakan. Aku semakin tidak tahan dengan gerakan-gerakan kecilku dikombinasikan dengen tusukan kontinya yang gencar dari bawah, "Om, Inez dah mo nyampe lagi nih", desahku semakin kuat dengan napas yang mulai tidak beraturan. "Cepet amir Nez, aku blon brasa banget mo ngecret". "Ahh.. ya.. oh.. om.. ahh..", desahku dengan sangat panjang mendapatkan orgasmeku kembali. Aku langsung nyender pada dadanya. "Om, nikmat banget deh maen ma om".

Aku dibaringkan telentang diranjang dan dia segera menaiki aku untuk menuntaskan permainan ini. Dia mengarahkan ujung kontinya pada mekiku yang sudah basah dan sedikit terbuka itu. Sebelum dia sempat menusukkan ujung kontinya ke lubang mekiku, aku terlebih dahulu meremas dan mengocok-gocok kontinya dengan tanganku sehingga membuat dia semakin gemas. Kini senti demi senti dia mendorong ke depan hingga ujung kontinya pas tertuju pada lubang mekiku. Aku hanya membantu dengan kedua tangannya membuka kedua bibir memekku sehingga kontinya dapat menembus lubang mekiku dengan mudah. 

Dia mengangkat tinggi-tinggi kedua kakiku hingga ujungnya berada di atas kedua bahunya. Kurasakan kontinya masuk menyelusup ke dalam mekiku tanpa suatu kesulitan yang berarti hingga seluruhnya amblas. Aku semakin mengerang dan napasnya terengah-engah bagaikan orang yang lari dengan kencangnya. Suara dan napas kamipun saling memburu, sekujur tubuh kami dibasahi oleh keringat. AC di kamar itu nampaknya tidak terasa pengaruhnya. "Om, nikmatnya....", erangku.

Aku menarik pinggulnya dengan keras dan diapun menekan kontinya ke dalam mekiku juga dengan keras sehingga peraduan antara kontinya dengan mekiku semakin dalam dan kencang. Genjotan kontinya semakin dipercepat sampai-sampai peraduan paha kami menimbulkan suara cukup keras. Kami sempat memperhatikan gerakan-gerakan kami itu di cermin besar yang ada di samping tempat tidur, yang diselingi dengan suara TV yang sengaja kami keraskan untuk menyamarkan suara kami. 

Keringat yang membasahi tubuh kami semakin bercampur, sehingga terasa tubuh kami saling lengket. Aku gak puas dengan posisi di bawah, "om, inez pengen wot lagi". Segera dikeluarkannya kontinya dari dalam mekiku lalu merobah posisi. Aku dengan sigap mengangkanginya lalu memasukkan kembali kontinya dalam mekiku lalu aku dengan cepat 
menggerakkan pinggulku ke kiri dan ke kanan, ke bawah dan ke atas, sehingga dia sulit menahan lahar hangat yang tertampung dalam kontinya. 

Setelah beberapa saat, aku menawarkan padanya untuk nungging agar ia dapat dengan jelas mengamati gerakan-gerakan kami lewat cermin, namun dia gak mau agar tidak mengeluarkan lagi kontinya dari dalam mekiku sebab merasa sudah sangat mendesak ingin memuncratkan maninya. Kali ini aku dengan keras dan cepatnya menggoyangkan pinggulku maju mundur dan kiri kanan, bahkan aku menarik dia bangun sehingga kami setengah duduk dengan meletakkan kedua pahaku di atas kedua pahanya, lalu pinggul kami bergerak seirama seolah kami saling mendorong dan menarik. Kakiku melingkar kebelakang tubuhnya.

Tiba2 dia memelukku keras, dia menyuruh aku memeluk lehernya, dia memegang pahaku dan berusaha untuk berdiri. "Mo ngapain om". "Kamu blon perna digendong kan?" Setelah dia bisa berdiri sambil menggendongku, dia mulai menurunkan tubuhku pelan kemudian mengangkatnya kembali keatas, terasa sekali kontinya menelusuri liang mekiku pelan keluar masuk, sensainya beda banget ma wot di ranjang. "Gimana rasanya". "Fantastis om, Inez blon perna ngerasain yang kaya gini, dia berjalan menuju ke tembok, badanku terayun pelan sehingga terasa sekali kontinya bergerak keluar masuk mekiku. Wah nikmat banget deh. Dia menekan punggungku ke tembok dan mulai mengedutkan kontinya keluar masuk mekiku, dengan bersender ke tembok, dia bisa mengeluar-masukkan kontinya dengan lebi cepat ke dalam mekiku, aku mulai mengerang keenakan, "Om, luar biasa deh nikmatnya. Inez blon perna ngrasain gaya gendongan". "Kan tadi aku dah bilang, aku demen banget ma cewek imut supaya bisa digendong2, ya inilah maksudnya". Aku cuma bisa melenguh keenakan merasakan kontinya makin cepat kluar masuknya di meki aq.

Kami tidak mengubah lagi posisi hingga kami sama-sama mencapai puncak kenikmatan. muncratlah maninya dalam mekiku sambil terus memompa mekiku dari bawah dan mengikuti gerakanku. Bersamaan dengan aku kembali mencapai klimaxku. "Wah Yang, meki kamu dah peret, empotannya berasa banget, palagi wot, ulekan meki kamu kaya ulekan sambel aja, mana tahan". "Ya gak papa, masi da ronde ke 2 kan". "Pastinya, mana puas aku ngecret cuma sekali di meki kamu. Eh gak papa kan ngecret dalam meki kamu. "Gak papa kok om". "Kamu lagi gak subur kan". "justru lagi subur, makanya napsu Inez gampang banget terangsangnya". "Wah gawat dong". "tenang aja om, Inez da antinya kok, dikasi ma cowok Inez. Dia kan datengnya bisa kapan aja, sehingga kalo mo maen ya gak usah ribetin subur gaknya Inez, makanya dia kasi Inez antinya". Wah hebat, kudu trima kasi tu ma cowok kamu", jawabnya sambil tertawa. 

Dia mencabut kontinya pelan dari mekiku, bersamaan dengan melelhnya maninya dari mekiku, dia menurunkan aku dari gendongan ke ranjang, sehingga aku telentang diranjang dan dia menyusul terkapar disebelahku, setelah cukup istirahat menenangkan napas yang memburu, baru kami ke kamar mandi untuk membersihkan konti dan meki yang berlepotan dengan mani, dibawah pancuran air hangat, kemudian andukkan dan segera kembali ke ranjang. Dinginnya ac menyengat tubuhku yang masi setengah basah sehingga kerasa dingin. "Om acnya dimatiin ja, dingin banget". "Jangan dimatiin yang, ntar panas, naekin suhunya ja", jawabnya sambil menaekkan suhu ac. "aku pasang di 25 drajat ja ya, ini minimum, pantes dingin banget jadinya, kan dah malem juga". Dia kembali berbaring disampingku, memeluk dan mencium kening dan bibirku. kemudian berbaring sambil berpelukan, bermesraan. Kami saling bercanda dan bersenda gurau layaknya pasangan kekasih yang lagi dimabuk asmara. "Om, istirahat dulu ya, Inez dah lemes banget, om hebat ih bisa ngegiring Inez ampe 3 kali nyampe". "iya kita istirahat dulu, gak usah buru2, kita masi punya waktu ampe besok siang". 

Kami berdua tidur nyenyak sekali, mungkin abis perang bratayuda sangat melelahkan. Aku terbangun karena pengen pipis, dia masih tertidur. Kulihat dah terang dibalik korden jendela. Segera aku ke kamar mandi dan menunaikan hajat kecilku, Aku menggosok gigi dan mencuci muka. Belum selesai dia masuk kekamar mandi dan memeluk tubuh 
telanjangku dari belakang. "Selamat pagi sayangku", katanya sambil mencium tengkukku sehingga aku menggelinjang kegelian. "Dah pipis dulu, tu kontinya ampe ngaceng keras " 

Dia melepas pelukannya dan buang air imut, kemudian dia ikutan gosok gigi dan cuci muka. Aku keluar duluan dari kamar mandi dan berbaring di ranjang lagi. Dia segera menyusulku, tanpa diperintah lagi dia langsung mendekatkan batang kontinya ke tangan ku. Segera kuelus dan keremas dengan gemas. Aku mendekatkan wajahku untuk mengulumnya. "Sarapan paginya ini ya om". "Kamu dah laper ya Yang, siangan ya makannya sekalian cek out, gak usah nunggu ampe jam 12, kita brunch ja di mangdu sambil beli pakean buat kamu. Itung2 trimakasi dari kantor kamu dah bantuin 3 minggu dengan memuaskan". "Juga dah memuaskan om juga malem ini kan". "Ya itu juga, aku puas banget deh maen ma kamu, ruar biasa dah meki kamu, dah peret abis trus kedutannya tu gak nahan banget, ntar kita beli juga hadiah dari aku pribadi deh". "Inez gak minta lo om, Inez juga puas banget kok maen ma om, jau lebi nikmat ma om katimbang cowok Inez. Inez mau deh jadi ceweknya om asal dikasi nikmat tiap malem". "Wah kalo tiap malem, kamu mesti tinggal ma aku dong". Aku cuma senyum ja sambil kembali mengulum kontinya. Dia mendesah 

Gak lama dia menarikku berbaring lagi. kayanya dah pengen masuk lagi dia, kontinya dah full ngacengnya. dengan hangat aku dipeluknya dan aku pun membalas pelukannya. Bibirku diciumnya dengan penuh kehangatan dan kelembutan. aku menyambut ciumannya, dia menjulurkan lidahnya kedalam mulutku dan segera kubelit juga dengan lidahku. Bibirku yang telah berubah warna menjadi merah terus dipagutnya dengan posisinya yang menindihku. 

Dia menghentikan pagutan bibirnya dan melanjutkan kebawah, terus kebawah sampe ke bukit mekiku. Dipandanginya bukit mekiku, kakiku direnggangkannya. Pagutannya beralih bibir mekiku. Pantatku terangkat dengan sendirinya ketika bibirnya mengulum bukit mekiku yang telah basah oleh cairan. Jilatan dan emutan pada klitku membuat pahaku menjepit wajahnya. Semburan panas keluar dari mekiku, aku hanya menggeliat dan menahan rasa nikmat yang diakibatkan oleh jilatan dan emutannya.

Dia kemudian menarik tubuhku agar pantatku pas di pinggir ranjang. Kakiku menyentuh lantai dan dia berdiri diantara kedua pahaku. batang kontinya diarahkan ke bukit mekiku. Dia sedikit lebih melebarkan pahaku sehingga klitku terlihat dengan jelas. Ia menggesek-gesekkan batang kontinya di bibir mekiku. Aku merangkulnya dan mencium bibirnya. Pagutan pun kembali terjadi, bibirku dengan lahapnya terus memagut bibirnya. Dia meraba-raba bukit mekiku dengan batang kontinya, kemudian didorongnya perlahan sehingga kepala kontinya melesak masuk mekiku.

Kuluman bibir kami terjadi lagi. Dadanya terus digesekkan ke toketku yang sudah mengeras. Aku mengangkat kakiku tinggi-tinggi untuk menambah nikmatnya. Kepala kontinya terjepit liang mekiku, sambil mencium telinga kiriku, dia menekan kontinya supaya masuk lebi dalam, batang kontinya sudah masuk ke liang mekiku hampir setengahnya. kakiku semakin kuangkat dan tertumpang di punggungnya. Tiba-tiba tubuhku bergetar sambil merangkulnya dengan 
kuat. "Aduhh..om" dan cairan hangat keluar dari bibir mekiku. 

Mendapat guyuran air di dalam mekiku, dia lalu memasukkan semua batang kontinya ke dalam lubang mekiku. "Auh.. auh.. auh.." lenguhku. Aku terus menggoyang-goyangkan pantatku ke kiri dan ke kanan. Dia juga mengenjotkan pantatnya sehingga kontinya kluar masuk di mekiku. Nikmat banget rasanya pagi gitu dah dienjot dengan penuh napsu. Aku dengan ganasnya menggoyang-gonyangkan pantatku kekanan dan ke kiri membuat dia karena kuatnya jepitan bukit mekiku yang semakin menjepit. Beberapa menit kemudian dia memeluk badanku dengan eratnya dan batang kontinya ditekannya dalam2 dibarengi semburan panas maninya ke mekiku. Selang beberapa menit dia diam sambil memeluk aku yang masih dengan aktif menggerak-gerakkan pantatku ke kiri dan ke kanan dengan tempo 
yang sangat lambat. 

Dia mendekapku sampai batangnye mengecil dan terlepas dari mekiku. Dia merebahkan dirinya disampingku. Dia mencium keningku, "Yang, makasi buat kenikmatan yang kamu kasi ke aku". "Inez juga nikmat banget kok om". Ya udah skarang kita mandi trus cek out". Karena dah laper juga segera kita membersihkan diri di kamar mandi, berpakean dan langsung cek out. Mobilnya meluncur ke daerah mangdu yang gak jauh dari lokasi motel. Nomer satu kita mengisi perut yang dh dangdutan dan diskoan dari tadi. habis itu dia mblanjain aku pakean dan hape baru dan berakhirah sesi nikmat diantara kami berdua dengan dia nganter aku pulang, mungkin akan ada lanjutannya tapi blon bisa diramal skarang.
Read More..

Jelang Copa del Rey Rapuhnya 'Benteng' Barca

Barcelona boleh punya lini depan dahsyat dengan adanya Lionel Messi di sana. Namun, lini belakang mereka kini kian terlihat lebih rapuh dan jadi alarm untuk tim asal Catalan itu jelang laga El Clasico midweek ini.

Barca akan melakoni dua leg semifinal Copa del Rey yang sengit kontra Real Madrid di mana mereka akan berkunjung ke Santiago Bernabeu, Kamis (31/1/2013) dinihari WIB sebelum bermain di Camp Nou sepekan setelahnya.

Menghadapi laga berat demikian, Barca punya modal penting di lini depannya yang musim ini begitu tajam. Lihat saja dari 21 pertandingan La LigaLos Cules sudah membuat 71 gol atau rata-rata 3,38 gol per laga.

Sudah begitu Messi kini jadi topksorer dengan 33 gol dan selalu mencetak gol di 11 laga terakhirnya. Total sudah 44 gol dicetaknya hingga Januari 2013 ini.

Madrid yang musim ini lini belakangnya tak sekokoh musim lalu dan tanpa kehadiran Iker Casillas bisa jadi santapan empuk Messi dkk. Tapi Barca pun punya problem yang sama dan boleh dibilang lebih mengkhawatirkan.

Lini belakang yang kerap dihantam cedera, Gerard Pique dan Carles Puyol bergantian absen plus tak ada stok tengah mumpuni, plus Victor Valdes yang kerap melakukan blunder membuat mereka dalam lima laga terakhir sudah kebobolan sembilan gol!

Jika ditilik dari awal musim Barca baru mencatatkan 10 kali clean sheet dari total 35 laga yang sudah dijalani. Bandingkan dengan musim lalu di mana dengan jumlah laga yang nyari sama yakni 37 laga, gawang Barca tak kebobolan sebanyak 21 kali.

Jelas ini jadi PR bagi Tito Vilanova dan juga asistennya, Jordi Roura, dalam menghadapi partai penting di Bernabeu nanti jika tak ingin Valdes jadi bulan-bulanan Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya.

"Mereka punya dua kali serangan dan mencetak dua gol. Belakangan kami terlalu mudah kebobolan. Kami harus membuat peluang lebih banyak untuk mencetak banyak gol, tapi tim lain lebih efektif karena mencetak dua gol hanya dari dua kali serangan," tutur Javier Mascherano di Marca pasca laga kontra Malaga di Copa del Rey beberapa hari lalu.

"Di musim-musim sebelumnya lawan lebih sering menyerang kami tapi kami hanya sedikit kebobolan. Permainan menyerang kami memberikan lawan kesempatan untuk menyerang kami," demikian pemain yang kerap diposisikan sebagai bek tengah di Barca itu.
Read More..

Dongkrak Kepuasan Seks Anda dengan Suntikan Pembesar G-spot Ini



Karena sensitivitasnya yang tinggi, para wanita seringkali tak merasa puas atau kurang puas dengan aktivias seksualnya bersama pasangan. Hal ini mendorong ilmuwan untuk menciptakan sebuah terobosan baru berupa suntikan yang disebut dengan G-shot.

Suntikan senilai 550 poundsterling ini diklaim dapat mendorong kenikmatan seksual wanita di atas ranjang dengan cara memompakan filler ke dalam G-spot. Seperti kita tahu, G-spot adalah titik-titik erotis yang ada pada tubuh wanita.

"Saya telah melakukan prosedur G-shot ini selama lima tahun dan menangani lebih dari 150 pasien. Ini bukanlah prosedur operasi, kami hanya menyuntikkan kolagen langsung ke G-spot-nya," ungkap Dr. Lucy Glancey, direktur medis Glancey Medical Associates, Essex, Inggris yang menawarkan prosedur ini.

"Suntikan ini dapat menambah pengalaman seksual wanita dengan melebarkan G-spot sehingga sensitivitasnya meningkat sekaligus membuatnya lebih mudah ditemukan. Yang paling diuntungkan dengan adanya suntikan ini adalah para wanita yang merasa kehilangan sensitivitas alat kelamin, terutama setelah melahirkan," lanjutnya seperti dikutip dari The Sun, Minggu (27/1/2013).

Prosedur ini juga cukup populer di kalangan wanita berusia antara 35-50 tahun yang sering bercerai dan tengah berupaya mencari pasangan baru atau berkencan lagi.
Read More..

Preview Inter vs Torino: Uji Konsistensi


Preview Inter vs Torino: Uji Konsistensi
Internazionale Milan yang tengah tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen sementara Serie A Juventus mau tidak mau harus meraih poin penuh menghadapi Torino di Stadio Giuseppe Meazza, jika tak ingin semakin tertinggal.

Namun tim asuhan Andrea Stramaccioni ini kemungkinan akan menemui sedikit kesulitan. Pasalnya Torino datang ke kandang Inter dengan kepercayaan tinggi setelah tim asuhan Giampiero Ventura ini tak terkalahkan dalam lima laga terakhir mereka.

Ditambah lagi, Inter dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Pada laga terakhir, Inter hanya mampu bermain imbang melawan AS Roma di Serie A dan tiga hari kemudian takluk atas tim yang sama di ajang Coppa Italia. Bahkan bila ditarik jauh ke belakang, Nerazzurri hanya mampu sekali menang di Serie A sejak pergantian tahun.

Inter masih tanpa Walter Samuel dan Dejan Stankovic yang cedera. Sedangkan Diego MilitoAntonio Cassano dan Ricky Alvarez masih menanti kabar terakhir dari tim dokter.

Sementara tim tamu juga tak akan bisa menurunkan skuad terbaik mereka. Il Toro tak bisa memainkan bek andalan mereka Angelo Ogbonna yang cedera, sementara kondisi Alessio Cerci masih meragukan untuk dapat turun pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain

Inter:  Handanovic; Ranocchia, Chivu, Juan Jesus; Nagatomo, Zanetti, Gargano, Pereira; Guarin; Palacio, Livaja

Torino:  Gillet; D'Ambrosio, Glik, Rodriguez, Masiello; Brighi, Gazzi; Cerci, Barreto, Meggiorini, Santana
Read More..

Ronaldo Hat-trick , Madrid Hantam Getafe 4-0



Madrid - Real Madrid meraih hasil positif saat menjamu Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol. Cristiano Ronaldo sukses mencetak hat-trick, El Real pun memetik kemenangan 4-0 atas El Geta.

Pada pertandingan di Santiago Bernabeu, kedua kesebelasan bermain imbang 0-0 saat babak pertama berakhir.

Soccernet mencatat Los Blancos melakukan tiga tendangan ke gawang. Dua kali hadir lewat kaki Ronaldo, satu kali merupaka Mesut Oezil.

Sementara Getafe yang cuma sesekali menyerang, dua kali mengancam gawang yang dikawal oleh Antonio Adan. Dua kans tim tamu itu dihasilkan oleh Sarabia dan Diego Castro Gimenez.

Babak kedua berjalan, Madrid akhirnya bisa memecah kebuntuan di menit ke-53. Gol itu hadir setelah pemain Getafe,Valera, melakukan gol bunuh diri.

Berawal dari sepakan sudut Angel Di Maria yang gagal ditangkap sempurna oleh kiper Getafe, Miguel Moya, tercipta satu kemelut di depan gawang tim tamu. Ramos yang berada di muka gawang berhasil menyontek bola. Sebelum masuk bola sempat mengenai kaki Valera.

Ronaldo membawa Madrid menggandakan keunggulan sembilan menit kemudian. Gol itu merupakan hasil umpan terobosan Oezil.

Dengan skema serangan balik cepat, Oezil dengan tenang memberikan umpan terobosan kepada Ronaldo yang berlari dari sisi sayap kiri. Pemain timnas Portugal itu menempatkan bola ke pojok kiri bawah gawang Getafe.

Ronaldo kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit 65. Oezil memberikan umpan kepada Di Maria di sayap kiri yang langsung mengirim umpan silang ke tiang jauh.

Ronaldo yang berdiri bebas bisa melakukan sundulan dengan sempurna untuk membawa Madrid unggul telak 3-0.

Ronaldo mencetak hat-trick setelah berhasil mengeksekusi penalti di menit 72 hingga Madrid unggul 4-0. Penalti itu merupakan buah dari pelanggaran Alberto Lopo kepada Luka Modric di kotak 16 meter.

Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan. Tuan rumah pun menang telak empat gol tanpa balas atas Getafe.

Kemenangan ini memperpanjang rekor belum terkalahkan Madrid di semua ajang sejak pergantian tahun. Dalam tujuh laga, tim besutan Jose Mourinho itu mencatatkan lima kali kemenangan dan dua hasil imbang.

Dengan tambahan tiga poin ini Madrid kini menempati posisi tiga klasemen dengan torehan 43 poin. Kumpulan poin Madrid itu berjarak empat angka dari Atletico Madrid di posisi runner up, dan 12 dari Barcelona yang memimpin klasemen.

Sementara Getafe yang mengumpulkan 26 poin ada di posisi 11 klasemen.
Read More..

Preview: Barcelona vs Osasuna, Bangkit Barca!


Preview: Barcelona vs Osasuna, Bangkit Barca!


Pekan lalu, Barcelona FC mengalami hari buruk saat kalah 2-3 dari Real Sociedad. Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Lionel Messi dkk setelah melalui 19 pertandingan tanpa kekalahan.

Tekad kembali ke jalur kemenangan pun diusung skuad Blaugrana, dan ini merupakan mimpi buruk bagi Osasuna yang kali ini akan melawat ke Nou Camp.

Blaugrana tentu saja telah merasakan momen kebangkitan mereka saat mengalahkan Malaga 4-2 di Copa del Rey. Namun kemenangan di kompetisi La Liga tentu akan menjadi modal bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Pada laga nanti, Barcelona akan tetap mengandalkan kepiwaian Messi di depan gawang. Pemain Argentina ini sempat mengalami kram saat menjalani sesi latihan Jumat lalu, namun pada laga nanti Messi kemungkinan akan tetap mengisi starting eleven.

Sementara tim tamu Osasuna tengah berjuang untuk keluar dari jeratan zona degradasi. Tim asuhan Jose Luis Mendilibar ini bisa jadi akan memberikan debut kepada pemain baru mereka Francisco Silva, yang didatangkan dari klub Universidad Catolica.

Selain itu, Osasuna juga tak bisa menurunkan David Timor, Asier Riesgo dan Sisi yang mengalami cedera. Sementara bek kiri Damia absen karena menjalani hukuman satu laga.

Perkiraan susunan pemain

Barcelona: Valdes, Alves, Puyol, Mascherano, Adriano, Thiago, Busquets, Fabregas, Pedro, Messi, Sanchez

Osasuna: Andres, Bertran, Ruben, Arribas, Nano, Lolo, Oier, Cejudo, Nino, Armenteros, Sola
Read More..

Nikmatnya Tubuh Sekretaris Pribadi

Cerita Dewasa Ngentot Terbaru | Nikmatnya Tubuh Sekretaris PribadiAku dalah seorang pria single fighter, sebenarnya statusku saat ini adalah seorang duda. Aku mengaku seorang pria single fighter dikarenakan aku sekarang sudah tidak beristri lagi. Aku dahulu seorang suami yang sangat bahagia karena aku mempunyai seorang istri yang cantik dan begitu sayang kepadaku. Di istanaku saat itu tinggal aku, istriku, ibu mertuaku dan seorang pembantu perempuan. Sebelum aku menceritakan kisah dilema mahligai rumah tanggaku, aku ingin menceritakan tentang pengalamanku dengan sekretarisku. Sebut saja namaku Hendi, usiaku saat ini baru menginjak 28 tahun. Profesiku Presiden Direktur, tentu saja di perusahaanku sendiri. Aku tinggal di perumahan Kelapa Gading.

Pada suatu ketika perusahaanku mengadakan acara liburan untuk karyawan, acara ini selalu rutin dilakukan untuk menambah gairah kerja para karyawanku. Karena aku boss di perusahaan tersebut aku harus ikut, sedangkan istriku pada saat itu sedang ada halangan katanya sih ada urusan keluarga. Jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri.

Aku mempunyai sekretaris Sari namanya, aku merasa bahwa aku harus memilikinya. Kalau di kantor dia selalu mencoba bertingkah genit dari kerling matanya itu atau dari caranya berpakaian, dari situ aku tahu kalau dia suka padaku. Seperti biasanya aku pulang memang agak sore, Sari sudah gelisah ingin pamit pulang tapi aku masih saja berkutat dengan laporanku.

Sari kalo udah mau pulang duluan aja, nggak pa-pa kok, sekarang udah jam 5 lewat 20, entar ketinggalan kereta lho lagian udah mendung kalo hujan kan entar kebasahan, kataku sambil tersenyum.

Iya Pak, sambil berkemas dan secara tidak sengaja pulpennya jatuh dan dia memungutnya, otomatis dari posisi duduk dia berputar, roknya tersingkap dan secara tidak sengaja aku melihatnya, wah memang benar terawat sampai ke ujung pahanya begitu pula dengan dengan segitiganya yang berwarna putih. Sambil memungut pulpen dia nunduk dan serta merta dia menutup bajunya yang otomatis terlihat kalau nunduk.

Sar, lain kali pake bajunya yang ketutup aja biar nggak repot, kataku.

Nggak enak Pak, saya justru nggak seneng pake baju yang kerahnya terlalu tertutup, katanya sambil tersenyum, karena dia tahu maksudku ngomong seperti itu. Tak lama kemudian Sari pergi, dan aku terus bekerja.

Sari memang betul-betul merupakan wanita ideal di benakku. Ia bertubuh tinggi, dengan pinggul yang indah dan pantat menjungkit seperti penari Bali. Aku ingat pengalaman pertama bercinta dengannya. Dan kesempatan pun tiba pada acara tahunan tersebut, saat acara sudah hampir selesai, kuajak Sari keluar dari ruangan itu.

Sar, temenin Bapak keluar jalan-jalan yuk? Ajakku.

Iya Pak, Sari juga sudah sumpek di sini sejak tadi sore, jawab Sari.

Kita pun keluar dengan mobilku, tak terasa sudah jam 1.00 malam. Kita pun kembali ke Villa perusahaan.

Setelah sampai, aku memberanikan diri menggandeng seketarisku yang genit itu, kita menyusuri lorong kamar-kamar karyawan. Dan akhirnya tiba di depan pintu kamar Sari.

Pak, malam ini mau nggak bapak nemanin saya.. soalnya Sari takut kalau tidur sendirian, kata Sari.

Tapi kamu kan bisa minta ditemanin sama karyawan cewek yang lain, jawabku, tapi dalam hatiku berharap agar Sari memaksaku untuk menemaninya malam ini, yang sebenarnya sangat kuharap-harapkan.

Mana ada yang mau Pak? Orang sudah pada tidur semua, lagipula mereka kan sudah ada yang menemani malam ini, desak Sari.

Memang sih pada acara tahunan kali ini karyawan perempuan yang masih single dan ikut ke acara tersebut hanya Sari, sedangkan karyawan yang lain sudah membawa pasangannya sendiri-sendiri.

Tapi nanti jam 7.00 pagi kamu bangunin Bapak yah. Soalnya kalau ketahuan karyawan yang lain kan nggak enak kita, apalagi bapak kan atasan mereka, jawabku.

Akupun masuk mengikuti Sari, tapi sebelumnya aku minta izin pada Sari untuk ganti baju tidur dulu di kamarku. Pertama kali sangat canggung dan hanya berbincang-bincang saja di kamar. Ketika tiba saat untuk tidur, aku bermaksud tidur di sofa. Aku merasa harus menghargainya, toh kami belum menikah. Namun ia menarikku ke tempat tidur.

Kita tidur pelukan boleh kan Pak, asal nggak lebih dari itu, katanya manja.

Aku menuruti kemauannya dengan kikuk. Beberapa menit kami berbaring diam dalam satu selimut. Sari hanya mengenakan t-shirt tipis dan kain sarung, begitu juga aku. Saat kulit kami bersentuhan, jantungku berdesir. Tanpa terasa pipi kami saling menempel. Udara dingin membuat ia mengetatkan pelukannya dan akhirnya bibir kami saling berpagut. Awalnya sangat canggung, namun tak lama gerakan kami menjadi lebih luwes dan lidah kami pun saling bergulung. Ciuman yang ketat membuatku kehilangan kendali, lalu tanganku menjadi liar meraba ke payudaranya. Nafas Sari pun semakin memburu.

Lalu aku berusaha melucuti t-shirtnya. Sari tidak menolak, bahkan tangannya juga berusaha melucuti bajuku. Dengan satu sentakan kutarik BH-nya sehingga kulihat tubuhnya yang indah itu hanya berbalut celana dalam tipis. Aku menikmati beberapa saat pemandangan itu, Sari yang berbaring telentang, dengan pandangan mata yang sulit kulupakan. Lalu kucium lagi bibirnya perlahan. Sari mengerang perlahan, Ooohhh.., bibirnya setengah terbuka dan basah sangat membuatku terangsang. Lalu tanganku mulai bermain di payudaranya, membuat ia makin menggelinjang. Ketika tanganku kuturunkan hingga mencapai gundukan kewanitaannya dan bibirku meluncur mengulum puting susunya, tiba-tiba ia mendorongku dengan keras. Lalu tangannya bergerak cepat menarik celanaku sambil berdesah, Pak, buka celananya.. Dengan satu gerakan aku melepas celana dalam, dan ia melakukan hal yang sama. Kini dapat kulihat tubuh indah itu tanpa penghalang apapun.

Sari menarikku ke dalam pelukannya dan kami kembali bercumbu dengan hangatnya. Aku menyisir seluruh tubuhnya dengan bibirku. Mulai dari ubun-ubunnya, turun ke bibirnya, lalu ke lehernya yang jenjang. Sari berbaring telentang dengan kedua pahanya yang putih dibuka lebar, sementara aku menindih dan mengulum bibir dan lehernya, batang kemaluanku yang telah keras dan liang senggamanya yang terasa basah tanpa sengaja bersentuhan. Betapa nikmatnya. Lalu aku mulai menyisir ke payudaranya dan mulai mengulum puting payudaranya yang mengeras. Aku jilati puting susunya dan melingkari areolanya, membuat Sari menggelinjang dengan hebat sambil merintih keras, Aduh.. nikmat.. Pak.. teruss.. ooohh.. Karena posisiku agak merendah ke bawah maka aku dapat merasakan kehangatan liang kewanitaannya yang basah di perutku.

Sari terus merintih sambil sesekali pahanya yang jenjang menghentak naik turun di atas pinggangku, sementara pelukannya semakin erat. Lalu ia menarik tubuhku ke atas hingga bibir kami kembali berpagut. Sambil tersengal ia mendesah dengan penuh birahi, Pak, Sari pingin disentuh dengan punya bapak.. Aku mengerti yang ia inginkan. Aku lalu mulai menggesek-gesekkan batang kemaluanku ke liang kenikmatannya. Liang senggamanya terasa makin membanjir dan terbuka. Aku terus menggesek dan menyibak labia mayoranya dan merasakan klitorisnya yang semakin membengkak. Sari menggoyangkan pinggulnya dengan kencang sambil merintih, Teruus.. Pak.. nik.. matt, ooohhh.. Tangannya memeluk kencang di bahuku dan kukunya membenam di kulitku hingga membuatku sedikit perih. Namun rasa perih itu terkalahkan oleh buaian kenikmatan yang luar biasa. Gerakan itu semakin kencang dan aku sudah tidak tahan untuk segera memasuki tubuhnya.

Aku berhenti menggesek klitorisnya dan mulai mencari jalan untuk memasuki lubang kemaluannya yang sudah banjir oleh cairan kewanitaannya. Aku menatap Sari sebentar dan menemukan hasrat yang sama di matanya. Dengan perlahan tangannya membimbingku memasuki lubang kenikmatannya. Dengan satu dorongan pelan aku mulai memasuki tubuhnya, sedikit demi sedikit. Aku tahu ia sedikit kesakitan, karena ini pertama kali baginya, namun kebasahannya sangat membantu batang kemaluanku menemukan jalannya. Ketika batang kemaluanku hampir separuh masuk dalam liang kenikmatannya, tangannya memelukku dengan amat keras dan tubuhnya bergetar hebat. Aku merasakan cairan lebih banyak lagi membanjiri kemaluannya dan dengan satu dorongan aku menusuk hingga bagian terdalam dari kemaluannya. Tubuhnya menggigil dan mulutnya meracau, Eeeenak.. Pak.. ooohh.. tekan yang.. dalaam.. ooohh.. ketika aku mulai menggerakkan batang kemaluanku naik turun. Pada setiap gerakan menusuk aku menekan dengan begitu dalam. Sari menggoyangkan pinggulnya, kedua kakinya menjepit pinggulku begitu keras.

Aku akhirnya tak tahan lagi dan merasa sudah hampir tiba waktunya. Pada gerakanku yang terakhir, aku merasakan seluruh tubuhnya menggeletar, menyambut spermaku yang memenuhi rongga kewanitaannya saat ejakulasi. Kukunya makin dalam terbenam di punggungku dalam satu pelukan yang ketat dan tubuh kami sama-sama menggeletar. Untuk beberapa saat hanya kenikmatan tiada tara yang kami rasakan dan entah berapa lama kami terus berpelukan menikmati keindahan itu dengan mata terpejam, dengan batang kemaluanku tetap kubiarkan di dalam liang kenikmatannya. Ketika getar-getar keindahan itu akhirnya harus berakhir, aku membuka mata dan melihat Sari yang masih tetap terpejam dengan wajahnya yang penuh keringat. Betapa cantiknya melihat dia dalam keadaan sesudah orgasme. Lalu ia membuka matanya dan tersenyum lembut melihatku sedang memandanginya. Kucium lembut bibirnya dan kami berbaring berpelukan. Kami tahu malam masih panjang dan kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan indah itu untuk menikmatinya bersama-sama.

Itulah kisah perselingkuhanku dengan Sari, sekretarisku yang cantik dan genit dan acara kucing-kucingan itu berlangsung hingga kini.

Setelah acara selesai aku pulang ke rumah dan mendengar suara atau hal-hal yang tidak enak dari para tetangga tentang istriku. Tapi aku saat itu belum mau percaya begitu saja dengan cerita jelek yang beredar di daerahku itu, sampai sahabatku sendiri yang mengatakannya padaku. Barulah aku mempercayai cerita tersebut.

Selama tiga hari aku tidak mau bicara dengan istriku, sikapnya padaku yang kurasakan sepertinya agak beda semenjak aku datang dari acara tahunan yang diadakan perusahaanku itu.

Yang.. kamu kenapa sih? kenapa kamu diam saja.. kenapa kamu diamkan aku? Apa salahku? Tanya Yenni, istriku pura-pura tidak mengerti duduk persoalannya.

Ditanya seperti itu aku masih tetap diam tidak mau bicara, sikap Yenni semakin merajuk saja. Dia mencoba untuk melemahkan emosi jiwaku, Yenni memang paling pandai dalam hal menundukkan emosiku. Sehingga aku selalu saja kalah olehnya, apakah karena aku terlalu mencintainya? sehingga diriku begitu lemah terhadapnya.

Jika Yayang selalu diam begini, aku sebaiknya pergi saja dari rumah ini! Percuma punya suami juga, selalu mendiamkan aku tanpa tahu persoalannya! kata Yenni dengan suara yang ketus dan tajam. Aku kaget dengan kata-katanya itu, maka kutarik lengannya ketika dia hendak melangkah keluar.

Katakan! Siapa lelaki yang pernah ke mari sewaktu aku sedang di luar kota kemarin?! tanyaku sambil mencengkeram lengannya lebih erat lagi.

Siapa yang Yayang maksud? Aku benar-benar tidak mengerti? ujarnya mencoba mengelak.

Jangan pura-pura lagi, Yenni! Aku sudah tahu semuanya. Sewaktu aku tidak ada, rumah ini kedatangan tamu kan? gertakku.

Memang benar Yang, Tapi mereka itu teman Mamaku. Lagi pula, nggak mungkin aku berani mengkhianati kamu Yang! ujar Yenni sambil matanya melotot tajam ke arahku.

Kamu berani untuk di sumpah? tanyaku lagi.

Aku berani di sumpah dengan cara apa saja, Yang! Karena aku tidak merasa bersalah!

Kata-katanya cukup tandas dan tajam. Dia seolah-olah tidak menerima kutuduh begitu, aku sendiri akhirnya tidak bisa berbuat banyak. Karena menuduh tanpa bukti itu sama halnya dengan memfitnah, lagi pula setelah aku pikir apapun yang dilakukan istriku ini tidak mungkin kalau Yenni berani berbuat seperti itu kecuali semua ini memang kelakuan dari mertuaku itu. Apalagi saat itu Yenni menangis pilu dan aku merasa tidak tega melihatnya sebab bagaimanapun juga aku masih begitu mencintainya.

Maafkan aku Sayang. Aku telah menuduh yang tidak-tidak padamu, aku percaya kok kalau kamu masih mencintaiku dan setia padaku, Kataku sambil memeluk tubuh istriku dengan lembut dan mesra. Dan suasana yang tadinya tegang telah berubah menjadi suasana yang begitu romantis, apalagi aku sudah lama tidak merasakan cumbuan permainannya, dan saat itu Yenni istriku begitu erat mendekapku seakan tidak mau terpisah dariku lagi. Kurebahkan tubuh istriku di atas ranjang, kubiarkan dia terbaring dengan bebas.

Aku berdiri sejenak memandanginya, ada getar aneh menjalari sekujur tubuhku saat itu. Yenni tersenyum penuh arti padaku, dia memang mengerti apa yang aku butuhkan saat ini. Benar-benar menggairahkan dan penuh daya tarik tersendiri tubuh istriku. Ia begitu menantang dan pasrah. Buah dadanya yang masih dilapisi gaun tidur itu membusung, laksana bukit salju yang lembut, kulitnya bersih dan mulus. Pinggulnya padat dan berisi. Kedua pahanya juga putih, laksana kain sutra kalau di sentuh. Segera saja aku melepaskan semua pakaianku dan langsung naik ke atas ranjang. Rasanya saat itu kami seperti berada di malam pengantin saja, begitu mesra dan romantis.

Kemudian aku duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuh istriku. Sungguh lembut tubuh mungil istriku. Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Sambil memegang puting susunya, kuremas-remas buah dada yang kenyal itu. Kuusap-usap dan kuremas-remas. Nafsuku terangsang semakin hebat. Batang kemaluanku menyentuh pinggang istriku. Kudekatkan batang kemaluanku ke tangan istriku. Digenggamnya batang kemaluanku erat-erat lalu diusap-usapnya. Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya. Terasa berlendir basah di kemaluannya. Aku beralih dengan posisi 69.

Aku mulai mendekap tubuhnya sehingga seluruh badannya menekan tubuhku, dan Yenni mengarahkan liang kewanitaannya yang terbuka ke wajahku. Dapat kulihat liang kewanitaannya yang kemerahan yang tidak dihiasi oleh sehelai bulupun, bersih. Yenni menaikkan pantatnya sedikit, sehingga makin jelas terlihat liang kewanitaannya, aku tahu maksudnya dengan perlahan kutempelkan wajahku ke liang kewanitaannya, kuciumi bibir luarnya, dia sedikit menggelinjang tapi tetap menghisap dan menjilat batang kemaluanku, dapat kuhirup aroma yang keluar dari liang kewanitaannya tersebut bau yang khas.

Aku jilati seputar bibir luarnya, Yenni semakin melengkungkan tubuhnya ke belakang, sehingga terbenamlah wajahku di liang kewanitaannya. Aku mengatur nafas, kubuka bibir luarnya dengan jari tanganku, kumasukkan lidahku ke dalam liang kewanitaannya dan kumainkan lidahku di dalamnya, Yenni menggelinjang kuat, Eeeggghh.. shhh.. aaachh.. terusin Yang. Kukecup dan kutarik klitorisnya dengan lidah dan bibirku, dapat kurasakan cairan wanitanya sudah mulai membasahi liang kewanitaannya, Yenni mengejang saat kuhisap liang kewanitaannya yang sudah basah. Kujilat bibir kemaluannya dan kupilin-pilin klitorisnya.

Ohhh.. arggghh.. ohhh.. terusin Yang.. ohhh.. arggghh... Dan aku merasakan batang kemaluanku digigit dengan kedua bibirnya...,.,Eeggghh.. sshhh.,,. Sayang.,.,. Aku pun menggeliat, Yenni melepaskan batang kemaluanku dari mulutnya, mengangkat dan memutar badannya, menciumi bibirku dengan panas dan nafas terengah-engah.

Kemudian Yenni jongkok menghadapku persis di atas batang kemaluanku yang terlihat mengkilap basah, dipegangnya batang kemaluanku dan Yenni mulai menurunkan posisi jongkoknya dengan menuntun batang kemaluanku masuk perlahan ke dalam liang kewanitaannya, Bleesss..Aaahhh.. ggghh! kami berdua bersamaan mengerang. Yenni mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, liang kewanitaannya sangat banyak berair, sampai berbunyi, Plok.. plok.. cipak.. plok..., sesekali dia menggelinjang dan meletakkan tangannya ke belakang memegang kedua pahaku, diputarnya pinggulnya ke kiri dan ke kanan, kali ini giliranku yang menggeliat, kutarik tangannya ke bawah sehingga dia terkelungkup kuciumi bibirnya dengan hangat Yenni membalas, kupeluk badannya dan Yenni sekali lagi memutar-mutar pinggulnya.

Shhh.. gghhh.. aku kembali mengerang..,Enak, Yang.., bisiknya. Aku tak menjawab dan langsung kuciumi bibirnya sementara tanganku mencoba untuk melepaskan gaun tidurnya, Yenni membantuku, dia bangun dan melepaskannya. Kulihat payudaranya, aku mulai merabanya, meremasnya, kuhisap puting payudara kanannya.. Ohhh.. arghah.. aaah.. ahhh.. oh Yang terusin.. ohhh.. aghhh..., Yenni mendesah dan mempercepat gerakan pinggulnya naik turun kiri kanan. Puting payudaranya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahan-lahan. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Kuperkuat remasanku di payudaranya, Yenni merebahkan badannya dengan tetap menggerakkan pinggulnya dan kubalas dengan gerakan menusuk dari bawah.

Aaahh.. Yang.. terusin, Yang.. shshsh desah Yenni menggeliat. Aku tak peduli, kujilati dan kugigit putingnya yang sudah dekat dengan wajahku, Yenni kembali mendesah dengan cepat mengikuti irama goyangan pinggulnya dan tusukan batang kemaluanku, Aaahhh ahhh eeghh Aku merasakan ada sesuatu yang siap keluar dari dalam batang kemaluanku, kupercepat gerakan batang kemaluanku dalam liang kewanitaannya, badan Yenni mulai mengejang kuat seiring kubangunkan badannya sambil meremas kedua payudaranya. Yenni juga mempercepat gerakan pinggulnya, sementara aku merasakan bahwa air maniku sudah tak tertahankan lagi, dengan hitungan sepersekian detik, kulepaskan batang kemaluanku dari dalam liang kewanitaannya. Yenni kaget dan keluarlah cipratan pertama yang diiringi oleh luberan air maniku yang selama hampir dua minggu kupendam.

Yenni terperangah, kemudian dia mencubit perutku.

Kok, nggak bilang-bilang?! aku tersenyum malu, kemudian dia menguatkan cubitannya.

Aku kan juga hampir sampai, kenapa nggak dikeluarin di dalam aja? dengan tampang innocent.

Aku meringis menahan sakit, Sorry Yang katanya kamu lagi KB jawabku enteng sambil membersihkan sisa-sisa air mani dari tubuhku.

Yenni mulai memperlihatkan cemberutnya ketika dia melihat juniorku yang lunglai. Aku melirik ke arah jam dinding dan tersenyum sambil merebahkan kepalaku ke bantal yang empuk, Yenni keheranan tapi kembali cemberut.

Curang.. mentang-mentang udah enak trus nyantai gitu, aku gimana dong? masih tanggung nih! dengan nada kesal-kesal manja. Kemudian kutarik badannya untuk rebahan di sebelahku. Kuambil tangannya lalu kebelaikan perlahan di sekitar daerah batang kemaluanku, mulai dari paha, memutar ke bagian bawah perut sambil memainkan bulu kemaluanku, ke paha sebelahnya, kemudian kedua biji pelirku, batang kemaluanku dan balik lagi ke paha yang pertama. Yenni heran tapi setelah dua kali kuulang kulepas tanganku dan dia mulai memainkan tangannya sendiri mengikuti gerakan yang baru saja kuajarkan.

Tak beberapa lama batang kemaluanku mulai bergerak dan semakin halus gerakan tangan Yenni, batang kemaluanku juga semakin menegang. Yenni melemparkan senyum nakalnya padaku, aku balas senyumannya dan Yenni terlihat kembali bersemangat ketika melihat batang kemaluanku sudah berdiri tegak, dia bangkit dari rebahannya dan mulai menggenggam batang kemaluanku, diusap-usapnya perlahan dan semakin lama semakin kuat..,Cihuuii! teriakan kecilnya membuatku tertawa.

Yenni mulai bangun dan bersiap untuk menaiki tubuhku lagi, tetapi aku cepat-cepat menghadangnya dengan membangunkan badanku dan menghempaskan tubuhnya ke kasur, Yenni kembali keheranan tapi tak lama kemudian ia tersenyum begitu aku meregangkan kedua kakinya dan mulai meraba daerah liang kewanitaannya yang tak dihiasi selembar bulu...Sudah siap ronde kedua? tanyaku sambil mengambil posisi di hadapannya, belum sempat Yenni menganggukkan kepalanya, kepala batang kemaluanku sudah menusuk liang kewanitaannya Eghkhkshsh..! Yenni mendesah berat dan badannya menggelinjang hebat. Kubenamkan terus batang kemaluanku sampai habis ke dalam liang kewanitaannya, Yenni terus menggelinjang. �Shshsh.. terushin.. Yang.., desahnya. Kutarik batang kemaluanku keluar sampai habis dan kubenamkan lagi ke dalam liang kewanitaannya dengan cepat, Yenni terbelalak, Aakkkhh.,., kali ini suaranya tak tertahankan.

Sayup-sayup kudengar suara wanita cekikikan dari luar kamar tapi tak kuperdulikan. Kembali kutarik batang kemaluanku dan kubenamkan lagi, lalu kukocokkan batang kemaluanku keluar masuk di dalam liang kewanitaannya yang mulai melebar dan basah, nafas Yenni mulai terengah-engah mengikuti gerakan batang kemaluanku. Enaak.. lagii.. masukin semuaa.. tekan dong.. bagian kiri yang ditekan aahh., laaggii.. tekann.. ahh.,. dengan mata merem melek keasyikan, selang beberapa lama kutarik batang kemaluanku keluar dan kuangkat kedua kakinya ke atas dan kusandarkan di dadaku, Yenni membuka matanya yang terpejam. Belum sempat ia berpikir, kembali kubenamkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya yang menyempit.

Aaakkhh.. shhhh., aku menyeringai sementara Yenni mendesiskan nafasnya seperti menahan sakit, tapi tak lama nafasnya kembali terengah seiring kocokan batang kemaluanku dalam liang kewanitaannya. Kembali kudengar suara wanita cekikikan, tapi aku tetap tak perduli. Aku masih tetap mempertahankan irama kocokan batang kemaluanku, tak beberapa lama kupalingkan penglihatankan ke jendela kamar yang mengarah ke balkon luar, walau tertutup tirai tapi aku dapat melihat bayangan kepala orang di luar sana. Aku terkaget. Gila! ternyata permainan seks-ku dengan Yenni diintip mertuaku sendiri, pikirku dalam hati. Perasaan kaget coba kuhilangkan dengan menarik batang kemaluanku dan membalikkan badan Yenni yang mulai terasa berat kelelahan.

Aku bangun dari tempat tidur dan kutarik pinggulnya ke atas, Yenni menolehkan kepalanya ke belakang, aku meraba liang kewanitaannya yang sudah sangat basah, dia melemparkan senyum malasnya, tak lama kutuntun batang kemaluanku ke liang kewanitaannya melalui daerah bokongnya yang tak begitu besar. Setelah merasakan pas di depan lubang kenikmatannya tanpa permisi kubenamkan batang kemaluanku dalam-dalam sampai habis tak terlihat. Eenggkk.. ssshh.. aakhkh ! kami sama-sama mendesah. Badan Yenni kembali menggelinjang hebat dan nyaris melepaskan batang kemaluanku dari dalam liang kewanitaannya, kutahan pinggulnya dengan kedua tanganku, kupegang erat pinggulnya, dan tak lama kukocok batang kemaluanku di dalam liang kewanitaannya keluar masuk, terdengar suara yang khas ketika bokongnya beradu dengan perutku. Aku semakin menikmati permainan ini.

Akh.. egkh.. sshsh.. aagkh..., nafas kami bersahutan mengikuti irama kocokan batang kemaluanku, tapi suara Yenni mulai mengeras .,.,Eeggh.. .Aaakkkh.. teerrus Yang.. teerruss kupercepat kocokan batang kemaluanku sehingga menimbulkan suara gesekan perut dan bokong yang semakin cepat. Tak lama kemudian Yenni mendesah panjang, Ssshh.. aaakkhh.. eegghhm.. ohhh.. augh.. Yang.. Yenni mau keeellluuaarrr.,.,. Tiba-tiba liang kewanitaannya seperti menghisap-hisap batang kemaluanku dan akhirnya, Crooottt.. crotttt.. crotttt.. crot.,., aku bisa merasakan klimaksnya tapi aku tetap menusukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. Tangan Yenni kelihatan sudah tidak dapat menahan badannya, kepalanya jatuh lunglai sesaat, dia menoleh ke belakang menatapku dan tersenyum manis seakan memberi tanda kepuasan. Kubalas senyumnya dan kuperlambat gerakan batang kemaluanku dan Yenni mengikuti gerakan batang kemaluanku dengan memutarkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

Uuugh eegkh aku menyeringai, batang kemaluanku terasa sedikit ngilu.

Kenapa, enak ya? candanya sambil terus memutar pinggulnya perlahan sementara batang kemaluanku yang masih tertancap dalam liang senggamanya yang sangat basah. Uugghmm.. sshhshh.. aaakgh...,., Yenni mendesah keenakan menikmati permainannya sendiri. Rupanya ia ingin menikmati klimaksnya lebih lama dengan memutar-mutar batang kemaluanku di dalam liang kenikmatannya yang sedikit melebar dan basah. Lalu kukecup bibirnya, ia pun membalasnya sambil berbisik, Kamu hebat deh Yang Senyum manis menghiasi wajahnya yang bersemu merah, pertanda ia telah mengalami orgasme yang hebat. Kami pun tidur berdekapan sampai pagi.

Begitulah, kami sebenarnya hidup dalam rumah tangga yang rukun dan romantis. Namun karena pengaruh ibunya Yenni (mertuaku red) cukup besar, maka rumah tangga kami sering goncang. Aku mencoba untuk dapat mempertahankan dan mengendalikan mahligai rumah tanggaku, berkali-kali aku bisa menyelamatkannya. Namun terpaan badai yang dihembuskan ibu mertuaku semakin kuat saja, sehingga aku tidak mampu lagi untuk menahannya. Akhirnya Yenni mengajukan gugatan cerai padaku.

Setelah menjalani sidang perceraianku dengan istriku yang berjalan begitu lama, karena memang aku masih mencintainya dan berharap Yenni kembali ke pelukanku. Tapi apa dayaku karena kenyataannya tidak seperti yang kuharapkan, setelah pembagian harta gono-gini. Aku sekarang sebatang kara dalam mengarungi hidup ini, setelah Yenni yang selama ini menjadi istriku telah tiada lagi di sisiku.
Read More..